Anak Lebih Berprestasi dengan Cara Belajar yang Menyenangkan

Anak Lebih Berprestasi dengan Cara Belajar yang Menyenangkan – Sebagian anak kerap menggerutu saat disuruh untuk belajar. Biasanya mereka pun tidak langsung menurut juka disuruh untuk belajar, tapi berusaha untuk dapat menghindar dengan berbagai alasan. Mereka cenderung lebih tertarik untuk bermain atau menonton televisi atau mengikut permainan lain daripada harus belajar.

Belajar dan sekolah tentunya bukan hal yang menyenangkan bagi anak-anak karena mereka terkadang dituntut untuk jadi bisa dan berhasil. Padahal menurut pengertiannya belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku melalui serangkaian pengalaman. Belajar tidak hanya sekadar berkaitan dengan buku-buku ataupun sarana belajar lainnya, melainkan berhubungan juga dengan interaksi anak dengan lingkungannya yaitu pengalaman.

Jika dipikir-pikir, anak-anak terkadang mendapatkan banyak tekanan, baik dari guru-guru di sekolah maupun target orangtua dengan harapan yang kurang realistis. Hal itu demi terpenuhinya cita-cita orangtua yang dulu tidak berhasil untuk dicapai. Tak heran banyak anak yang tidak merasakan cara belajar yang menyenangkan.

Anak pada akhirnya tidak bisa belajar efektif karena dalam keadaan stres. Syarat pembelajaran yang efektif ialah lingkungan yang benar-benar mendukung dan menyenangkan. Proses belajar perlu dinikmati dan menimbulkan perasaan suka serta nyaman dari anak tanpa adanya paksaan. Untuk menciptakan lingkungan tanpa stres bagi anak, maka sangatlah penting bagi orangtua agar rileks dan tidak terlalu menetapkan target sehingga menuntut anak melebihi kemampuannya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa memang terdapat perbedaan tuntutan dari orangtua dengan budaya yang berbeda. Orangtua dari budaya Jepang dan Cina menetapkan standar yang lebih tinggi terhadap prestasi anaknya, mengevaluasi dengan cukup ketat hasil yang diperoleh, dan juga mendorong anak untuk bekerja lebih keras lagi.

Sedangkan orangtua di negara Amerika lebih menekankan cara belajar yang menyenangkan kemampuan dasar (IQ) pada anak daripada harus kerja keras dalam mencapai prestasi akademik. Sebenarnya perlu bagi para orangtua untuk dapat merefleksi diri dan menjawab dengan jujur apakah untuk kepentingan anak atau untuk kepentingan diri orang tua sendiri.

Hal ini dapat mengevaluasi kembali apa saja yang sebaiknya dilakukan untuk mendukung proses belajar anak. Jangan sampai anak tidak menikmati dan akhirnya enggan untuk belajar. Apalagi kini teknologi semakin maju dan gaya belajar anak pun bisa semakin menarik.

Itulah sekilas pembahasan mengenai pentingnya cara belajar yang menyenangkan bagi anak. Dengan menerapkan cara yang tepat sesuai dengan perkembangannya maka anak-anak akan lebih bersemangat dan menikmati proses belajarnya. Anda dapat memilih bimbingan belajar online yang menarik dengan mengunjungi https://www.ruangguru.co.id/ . Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *